ihsanjarot

Purnama Pukul Lima Pagi

Leave a Comment
Tiada indah selain menyaksikan terbit dan tenggelam bersama. Saat purnama hendak ucap sampai jumpa. Dan fajar ucap "hai" dari timur angkasa.

Mataku sejajar dengan purnama. Tak ada bintang. Hanya awan tipis nampak di belakang. Bulat sempurna. Seperti menantangku tuk mempernyatakan pertanyaan.

Jingga dari merangkak membawa gerombolan cahaya yang nanti menjadi terik. Menghujani hati dan kepala. Dengan pertanyaan yang sama. Seperti purnama.

Aku hanya bisu ditelan todongan. Dan tentang pertanyaan, aku hanya diam. Masih berpura-pura tak merasa. Hingga pada akhirnya sesal tiba dengan ratusan siksa.

-ihsanjarot-

0 komentar:

Posting Komentar