ihsanjarot

Untuk Orang Yang Takkan Pulang

Leave a Comment
Pintu. Sosok yang terus menanti. Berdiri menghadap pada arah yang kau lalui. Sosok yang tabah melihatmu pergi. Airmatanya disimpan rapi di setiap sendi. Yang nanti memberi karat lalu enggan terbuka kembali.
Pagar. Yang menyambutmu pulang pertama kali. Pandai menyimpan rindu yang terlalu. Tetap tersenyum di setiap pagi. Dan saat hujan ia tumpahkan sendu. Lalu bergegas menyeka airmata. Dan kembali terlihat tegar menunggu.

Beranda. Terhampar ikhlas meski pagi menjadi sepi. Tak ada kopi yang setiap pagi kau nikmati. Namun harap masih tergambar dari raut muka. Dia kini berteman dengan debu dan dau-daun kering dari pohon yang tumbuh di halaman. Demi mengalihkan lara. Ia mencari teman yang lebih setia.

Aku. Paling rapuh di antara mereka. Hanya terbaring di ranjang yang penuh dengan lautan airmata. Terus merajut rindu yang entah kapan berlalu. Tabah hanyalah umpama yang terlalu diindahkan. Berpura-pura berarti takluk dari kenyataan. Dan berpaling hanyalah sebuah pelarian dan kepura-puraan yang sempurna.

Kau takkan pulang meski aku membuat danau di beranda. Kau takkan pulang meski aku membongkar sendi di pintu. Kau takkan pulang meski aku mencabut semua pagar. Kau takkan pulang meski aku tenggelam airmata di kamar. Kau takkan pulang. Kau takkan pulang. Kau takkan datang.

-ihsanjarot-
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar