ihsanjarot

Esok

Leave a Comment
Kata-kata hanyalah praduga. Kepastian akan esok adalah ironi.
Menakutkan. Nalar tak mampu menyentuh satu jam lebih awal dari sekarang.
Menyedihkan. Kita dipaksa untuk menerima kejutan.

Esok mungkin sama dengan kemarin.
Bulan tenggelam. Bintang menghilang. Kita dicipta hanya untuk  menerka.
Dan lalu kita terjebak dalam menunggu.

Hari ini bisa saja esok.
Dihabiskan dengan penuh omong kosong. Membosankan.
Ah... mata kita tak mampu melihat sedetik saja padanya.
Tuhan benar-benar menyimpan rapat tentang semuanya.

Kita hanya bisa mengumpat jika esok tak berbuah apa-apa.
Mulut mengeluarkan bahasa yang membuat kita tutup telinga.
Tangan hanya menulis rencana di atas kertas, atau dinding kokoh sebuah bangunan.
Kita berlutut pada waktu. Kita pasrah atas apa yang terjadi esok.


-ihsanjarot-
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar