ihsanjarot

Tangga Cerita

Leave a Comment
Langkah-langkah panjang terentang.
Pijakan yang sering kali rapuh dan buat jatuh.
Kita menatap hampa.
Menuju langkahku selanjutnya.
Melihat langkahmu sebelumnya.

Mataku sibuk mencari. Ragu.
Matamu terus bernyanyi. Maju.
Tidak ada langkah mencuri saat dimulainya ini.
Kau dan aku sama-sama berpijak berdua.
Kau tanpa henti. Aku terjatuh dan mati suri.

Jika jalan ini berakhir, menangislah aku.
Karena lelah atau gelisah?
Keduanya mengawinkan diri dan menetap dalamku.
Lalu aku hanya menjadi ladang ketidakberdayaan,
atau menantikan berbuahnya tanaman?

Kau kurang, aku tiada.
Aku ada di ribuan anak tangga sebelumnya.
Tak kasat mata.
Tak usah kau melambat atau berhenti, karena aku lari.
Atau mati tanpa suri.

-ihsanjarot
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar