Malam ini terasa tenang. Tak biru, tak jingga. Semua terlihat seperti seutas tali yang ditarik dari kedua sisi. Seolah aku duduk di tengah.
Malam hampir terlelap. Tak ada sisa-sisanya yang kulihat tergeletak di luar, semua seperti dibawanya kembali. Seakan tahu, aku abu-abu.
Dan pagi telah siap di ruang ganti. Entah apa yang akan dikenakannya. Kelabukah? Basahkah? Atau ia datang dengan pakaian terbaiknya, yang mulai jarang kulihat? Entahlah.
Pukul dua lebih tiga puluh empat menit, semua menjadi seutas tali, abu-abu dan bibir yang datar.
-ihsanjarot
Malam hampir terlelap. Tak ada sisa-sisanya yang kulihat tergeletak di luar, semua seperti dibawanya kembali. Seakan tahu, aku abu-abu.
Dan pagi telah siap di ruang ganti. Entah apa yang akan dikenakannya. Kelabukah? Basahkah? Atau ia datang dengan pakaian terbaiknya, yang mulai jarang kulihat? Entahlah.
Pukul dua lebih tiga puluh empat menit, semua menjadi seutas tali, abu-abu dan bibir yang datar.
Lalu, apa yang kalian berikan esok?
Apa yang kuterima esok?
Jangan beri lagi aku abu-abu,
tidak jelas.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar