Kita benar-benar diam.
Kau dan aku menjadi bisu.
Dibatasi berbagai hal.
Langit di matamu,
langit di mataku
tak pernah benar-benar sama.
Ada bunga mekar di singkatnya kabar.
Hujan yang jatuh tak redam bahagiaku,
karena satu pesan darimu.
Meski tersadar diri;
Langit di matamu,
langit di mataku
tak pernah benar-benar beda.
Sepertinya kau sengaja membiarkan jeda itu.
Cipta rindu yang uji kesabaran.
Meski tiap harinya aku mengutuk kecil.
Dan aku membiarkan seutuhnya rindu.
Menjamah dan meniduriku.
Sebelum aku lampiaskan
dengan pesan-pesan singkat yang jarang ini.
-ihsanjarot
Kau dan aku menjadi bisu.
Dibatasi berbagai hal.
Langit di matamu,
langit di mataku
tak pernah benar-benar sama.
Kata-kata,
tempat emosi melekat tanpa nyata dilihat.
Ada bunga mekar di singkatnya kabar.
Hujan yang jatuh tak redam bahagiaku,
karena satu pesan darimu.
Meski tersadar diri;
Langit di matamu,
langit di mataku
tak pernah benar-benar beda.
Kata-kata,
tempat harapan tumbuh menuju kenyataan.
***
Cipta rindu yang uji kesabaran.
Meski tiap harinya aku mengutuk kecil.
Dan aku membiarkan seutuhnya rindu.
Menjamah dan meniduriku.
Sebelum aku lampiaskan
dengan pesan-pesan singkat yang jarang ini.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar