Embus angin terasa kering, tak ada embun-embun yang terlambat pulang yang dibawanya. Senja nampak sedikit gagah dengan cahayanya, dan tenggelam dengan meninggalkan senyum yang masih melekat sampai dini hari ini.
Jalanan penuh tanpa payung yang biasanya menetap di tangan-tangan mereka. Dan yang sembunyi hingar keluar tanpa cemas yang menyelimutinya. Aku? Masih biasa dengan tangan gemetar, memegang selembar surat tanpa alamat. Kau? Entahlah, mungkin sedang berbincang mesra dengan bintang-bintang, atau masih berkalut dengan hujan.
Hari ini kemarau tiba-tiba datang, tanpa salam.
-ihsanjarot
Jalanan penuh tanpa payung yang biasanya menetap di tangan-tangan mereka. Dan yang sembunyi hingar keluar tanpa cemas yang menyelimutinya. Aku? Masih biasa dengan tangan gemetar, memegang selembar surat tanpa alamat. Kau? Entahlah, mungkin sedang berbincang mesra dengan bintang-bintang, atau masih berkalut dengan hujan.
Hari ini kemarau tiba-tiba datang, tanpa salam.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar