Sama seperti langit, setiap hari adalah mendung,entah yang dikeluarkan itu adalah gerimis, badai atau tak mengeluarkan apa-apa.
Senin tetap sama, membosankan.
Bukan karena lembar-lembar yang menumpuk untuk dikerjakan,
atau seseorang yang menakutkan menunggu di kelas yang kini dingin dari biasanya.
Selasa, hari yang terlupakan.
Hari yang tak ada apapun, dia menghilang di enam bulan kedepan,
pergi entah ke mana, menghilang begitu saja.
Rabu dan Kamis, entahlah dengan mereka,
hanya saja pekan ini sepertinya segerombolan mendung yang gelap hinggap.
Dan tiga hari terakhir ini aku ketakutan.
Karena mimpi yang menjadi sering dan tak dapat dilupakan.
Tentang sebuah kehilangan. Tentang kosong yang berdiri menantang.
Sepekan ini aku tak jauh dengan langit,gelap dan tak bisa diterka.Apa yang akan kukeluarkan? Mata yang basah, sumpah serapah, atau ketidakberdayaan? Entahlah, pun denganku yang tak bisa meminta bahagia.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar