
Kemarau,
terik-terik hanya parau,
tak gugurkan apa-apa,
tak matikan sebuah patera.
Para ranting tetap tegar dalam kepanasan,
enggan melepas peluknya dari dahan.
Dan akar masih menancap sampai inti,
enggan selangkah saja melangkahkan kaki.
***
Penghujan,
lembar-lembar anak muda temui kehidupan.
Berlutut syukur pada Sang Kuasa,
harap tumbuh perkasa.
Senyum-senyum manis jelas duduk di raut rupa,
meneguhkan hati untuk menjadi siapa.
Angin menambah rayu tuk teduhnya,
menyiram-tumbuhkan rasa.
***
Kau,pohon berdaun abadi.Tak mati karena mentari.Tak tumbang karena serbuan hujan.
Aku,memandangmu dari kejauhan.Pengagum daun yang kau dewasakan.Penanti teduh yang kau tampakan.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar