Rangkaian gambar berjalan membingungkan, terekam segala kisah dari sisi lain kehidupan. Berawal dari nyanyian tentang camar yang terbang menuju awan. Semua terlihat janggal saat harmonika bersuara mengikuti langkah sang camar. Seseorang enggan berlari, nampak berhati-hati.
Naskah-naskah seolah terhafal dalam satu malam, karena semuanya terlihat diam, tidak bisu. Tangan dan kaki lebih banyak bicara dibandingkan semua. Hampir hening saat perjalanan ini kunikmati. Hanya suara-suara latar yang menggema. Dan dalam sebuah scene mereka benar-benar bicara. Tidak semestinya.
Kata-kata tersirat jelas dalam makna yang tak kudengar, tak kumengerti. Sampai hampir di penghujung adegan, semuanya nampak begitu saja. Tentang kisah asmara, tentang setara, tentang rasa yang disamarkan malu-malu atau adegan ciuman yang penuh nafsu. Semua terlihat dari perspektif yang berbeda, sampai nama-nama pemeran berenang menuju permukaan.
-ihsanjarot
Naskah-naskah seolah terhafal dalam satu malam, karena semuanya terlihat diam, tidak bisu. Tangan dan kaki lebih banyak bicara dibandingkan semua. Hampir hening saat perjalanan ini kunikmati. Hanya suara-suara latar yang menggema. Dan dalam sebuah scene mereka benar-benar bicara. Tidak semestinya.
Kata-kata tersirat jelas dalam makna yang tak kudengar, tak kumengerti. Sampai hampir di penghujung adegan, semuanya nampak begitu saja. Tentang kisah asmara, tentang setara, tentang rasa yang disamarkan malu-malu atau adegan ciuman yang penuh nafsu. Semua terlihat dari perspektif yang berbeda, sampai nama-nama pemeran berenang menuju permukaan.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar