untuk SB
Terhalang;
kau camar, terjerat sangkar
dari lengan-lengan ibu.
Dinding terkuat kehidupan.
Paruhmu tajam,
terasah kuku ibu yang membelenggu.
Mematuk halus, terpatuh.
Kau camar, terjerat sangkar.
Namun sayapmu hilang,
mengudara
bermigrasi sampai kutub utara.
lalu setiap malamnya kembali
membawa kisah yang tak tersentuh mata.
Camar dalam lengan ibu,
terbang tanpa perlu ditahu.
Diam-diam menelusuri urat nadi,
meminta harap tuk dipergi.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar