Dini hari ini tak bersajak seperti biasa,
hanya menulis perihal catatan-catatan yang menarik bagi saya, takkan diperinci hanya menjadikannya bayang, mungkin.
Jadi, selamat membaca.
Hari ini, Senin merah.
Senin yang langka untuk para pekerja, Senin yang diagungkan para siswa, namun Senin yang biasa saja untuk saya, karena hari ini tetap tak ada jadwal tuk pergi ke kampus, semua Senin seperti merah di dua semester ini.
Namun, beranjak senja, tak ada apa-apa seperti seharusnya, membosankan.
Tadinya saya akan keluar, berjalan kaki mengikuti jalan-jalan di Kota Kembang ini, tapi seperti kalian tahu, tangis dari langit selalu datang menjelang malam, ya rencana itu saya batalkan.
Jam dua siang, membuka laptop, mendengarkan musik-musik post-rock juga folk, membuka beberapa aplikasi chat, lalu berhenti di salah satu teman yang menarik perhatian.
Takkan saya sebutkan namanya di sini, namun jika sedikit saya bicara, tulisan saya yang berlabel 'tentang dia', orang itu selalu hadir di sana.
Oke, setelah terpesona (eh...) dengan dia, mulailah menelusuri potongan-potongan petualangan yang ia tulis sendiri di artikelnya. Mulai dari yang paling dasar, sampai yang baru mekar. Entahlah dengan ini, mungkin terdengar melebih-lebihkan, tapi saya selalu merasa melihat sisi yang tersembunyi di dunia ini, juga merasakan sensasi seperti menonton film fiksi, tapi percayalah yang ia katakan benar-benar ada, cobalah membuka mata.
Namun sepertinya dia berurusan dengan jeda saat ini, sungguh saya atau pembaca yang lebih setianya merindukan tulisan dengan aura petualangannya.
Oh iya, dia juga beberapa waktu lalu bertanya pada saya, tentang rasa tulisan yang berbeda yang dulu dan kini, ya memang saya rasa ada identitas baru di sana, tapi saya tetap menyukainya (bukan hanya catatannya saja, -eh.. hahaha). Jika ia membaca tulisan ini, semoga dia mekarkan lagi taman yang mulai kering itu. Satu pertanyaan untuknya, apakah kau masih suka menatap langit?
Ini catatan kecil saya untuknya,
semoga dia suka. :)
salam,
-ihsanjarot

0 komentar:
Posting Komentar