Ada yang mesra saat gerimis tiba,
dekap-dekap hangat
juga kecup penuh makna tentang cinta.
Saling berbagi melepas resah hati,
menikmati momen jamuan Ilahi.
Ada yang pulang penuh bahagia,
menuju pulau yang didamba.
Dermaga yang dipenuhi lampion,
menyala-nyala jemput asmara.
Ada yang berdansa dalam keramaian,
menyunyi diri dan tak peduli selain hati.
Cipta lengang,
karena tak ada sesiapa lagi di hari.
Pemuda yang tak bisa jatuh cinta,
yang terkubur dalam rimbunan
bangkai harapan.
Mengais-ngais meminta keluar,
Namun terlanjur terkubur sangat dalam.
Sangat dalam.
Sangat dalam.
Sangat dalam.
Sampai seberkas cahaya
tak bisa menggapai.
-ihsanjarot
dekap-dekap hangat
juga kecup penuh makna tentang cinta.
Saling berbagi melepas resah hati,
menikmati momen jamuan Ilahi.
Ada yang pulang penuh bahagia,
menuju pulau yang didamba.
Dermaga yang dipenuhi lampion,
menyala-nyala jemput asmara.
Ada yang berdansa dalam keramaian,
menyunyi diri dan tak peduli selain hati.
Cipta lengang,
karena tak ada sesiapa lagi di hari.
Tentu saja itu semua bukan aku.
Pemuda yang tak bisa jatuh cinta,
yang terkubur dalam rimbunan
bangkai harapan.
Mengais-ngais meminta keluar,
Namun terlanjur terkubur sangat dalam.
Sangat dalam.
Sangat dalam.
Sangat dalam.
Sampai seberkas cahaya
tak bisa menggapai.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar