ihsanjarot

Rumah Patah Hati; Seperangkat Langit

2 comments
Ayat 1:
Sepotong langit di sini,
tak nikmat diresap,
hambar.
Takkan seutuh di sana,
jingga.

Ayat 2:
Malam lengkap sudah,
serdadu bintang berbaris riang,
juga purnama yang gagah berkuasa.
Menyedihkan.

Ayat 3:
Rintik tak pernah datang sendiri,
nanti, saat pagi
matahari akan dingin,
seperti seharusnya.
Lantai di sini basah,
retak di hati menambah.

Ayat 4:
Hujan hanya cipta ilusi,
dekap, kecup dan aroma telapak tangan.
Berjalan riang berlalu-lalang,
di kepala, saat dunia di anggap tiada.


Ayat 5:
Langit menggantungkan asa,
malam menyalakannya,
hujan menguatkannya.
Dunia menghapus semua.

Ayat 6:
Tiada tempat berteduh,
semua yang tertata di sana
(langit dan awan)
runtuh.
Jatuh menerpa diri.

Ayat 7:
Mereka;
bintang, awan dan seperangkat
langit lainnya,
begitu tinggi.
Sampai atap kamar terlihat mini.

Ayat 8:
Garis-garis kini tampakkan diri,
menggurat batas,
memilah-milah
mana langit, mana sakit.

Ayat 9:
Di atas sana,
mereka beriak
seperti diterpa hujan.
Jelasnya, kaburku.

Ayat 10:
Di sini,
dasar yang termakan pelangi,
langit goyah.
Mulai berkemas, lalu pergi.

Ayat 11:
Esok mungkin seperangkat langit tiada,
telah beranjak menuju entah.
Wariskan retak membelalak,
ditertawa, dilara.



-ihsanjarot
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

2 komentar: