ihsanjarot

Ilusi Dua Pagi

Leave a Comment
Malam mulai merangkak perlahan, menuju lelapnya, menuju istirahat.


***

Dua pagi. Aku terlantar dengan embus dari para angin, dari embun-embun yang nantinya menetap di daun. Bersama ilusi-ilusi yang terus tiba. Tentang orang-orang yang tumbuh bunga di kepala, atau kupu-kupu yang bersayap api biru. Mereka berjalan iring-iringan, lalu terbang jauh pada awan.

Seseorang di antara mereka enggan melepas kakinya dari kota. Menatapku tajam, dengan mata berwarna mawar yang sedang mekar. Mencoba mengajakku terbang, namun akulah normal. Yang tak punya bunga atau bersayap api. Selangkah ia maju, menghampiri. Tatapnya enggan berpaling, menatapku, memohon untuk ikut bersamanya.

***

Dalam nyata aku gelisah, berharap ilusi datang dengan sendirinya. Membawaku lari dari segala hal yang hinggapiku kini. Bertelanjang bebas di jalan. Meminum kopi di sebuah kedai lalu pergi tanpa membayar. Atau menyalami seorang gadis lantas kencan.

Dua pagi. Aku terlantar dengan paku yang menancap di seluruh tubuh. Membisukanku dalam kalut. Sungguh aku ingin pergi menuju apa saja yang tak berkaitan dari sini. Mungkin ujung-ujung pelangi yang kucari. Atau malah pusaran topan yang membawaku pergi.

-ihsanjarot
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar