Tiap tatap adalah kata. Puja-hina tersirat jelas dari tiap-tiap warna retina. Kerutan-kerutan kulit, sinis. tatap-tatap tajam, bengis. Adalah serangkaian cerita yang tak bisa dibicara. Tatap, berkata dengan jalan yang lain, sudut lain, suara yang lain.
***
Di luar adalah tentang menantang tatap. Berjalan dalam bayang, gelap. Menghindar dari mata-mata yang terus bersuara. "Dia gila, dia gila, dia gila!" Menangis hanyalah tentang menambah tatap ironis dari mereka. Tak ada tempat yang baik untuk bersembunyi. Tak ada tatap baik untuk mengerti.
Pintu terkunci rapat, tirai-tirai enggan memersilakan cahaya pendar bergerak leluasa. Cipta sejuta bisu. Kamar diisolasi. Bebaskan sunyi. Tatap. Rangkaian kata yang berbicara apa adanya. Senyum-senyum dusta, simpati hina, suara-suara menjijikan dari mata.
-ihsanjarot
0 komentar:
Posting Komentar